
Buku ini hadir untuk mengkaji secara mendalam dinamika keberagamaan remaja SMA yang tergabung dalam organisasi Rohani Islam (Rohis). Fokus utama pembahasan adalah bagaimana proses transmisi keberagamaan berlangsung di kalangan mereka, yang mencakup aspek eksistensi, ekspresi, hingga pandangan politik. Semua itu pada akhirnya bermuara pada pembentukan ideologi, perilaku keagamaan, serta militansi dalam berorganisasi.
Buku ini disusun dalam bentuk bunga rampai, yakni kumpulan dari berbagai kajian lapangan yang berfokus pada organisasi Rohis dan para aktivisnya. Beberapa tema utama yang diangkat antara lain:
Perilaku siswa dalam bingkai keberagamaan, yang menelaah bagaimana aktivitas keislaman dijalankan di sekolah, baik dalam ranah ritual maupun interaksi sosial.
Ideologi kebangsaan aktivis Rohis SMA, untuk melihat sejauh mana para remaja Rohis memahami serta menempatkan diri dalam konteks kebangsaan Indonesia.
Militansi beragama dan berorganisasi, yang mengulas tentang semangat, daya juang, serta konsistensi para aktivis dalam mempertahankan eksistensi Rohis.
Transmisi keberagamaan aktivis Rohis, yang menyoroti proses pewarisan nilai-nilai keislaman, baik melalui keluarga, sekolah, maupun pergaulan sebaya.
Melalui pendekatan multi-perspektif ini, buku berusaha memberikan gambaran yang utuh tentang peran Rohis sebagai wadah pembinaan keberagamaan sekaligus ruang ekspresi identitas keislaman generasi muda.
Kajian dalam buku ini berfokus pada Rohis di SMA yang tersebar di dua wilayah utama: Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di Jawa Tengah, subjek penelitian meliputi Rohis di Kabupaten Pekalongan, Temanggung, Pati, Purworejo, Sukoharjo, serta Kota Surakarta.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, penelitian berfokus pada organisasi Rohis SMA dan aktivisnya di Kabupaten Sleman dan Bantul.
Pemilihan lokasi ini mencerminkan keragaman konteks sosial, budaya, dan pendidikan yang memengaruhi wajah keberagamaan Rohis. Dengan begitu, pembaca dapat memahami dinamika Rohis tidak hanya sebagai fenomena keagamaan remaja di sekolah, tetapi juga sebagai bagian dari proses sosial dan politik yang lebih luas.
Kehadiran buku ini sangat relevan di tengah maraknya diskursus tentang identitas keislaman remaja, peran organisasi keagamaan di sekolah, serta relasi agama dan kebangsaan. Dengan menampilkan hasil riset lapangan, buku ini memberikan kontribusi penting bagi para akademisi, pendidik, pembuat kebijakan, serta masyarakat luas dalam memahami arah perkembangan keberagamaan generasi muda.
Lebih jauh, buku ini dapat menjadi bahan refleksi kritis: bagaimana sebaiknya sekolah, keluarga, dan masyarakat mendampingi proses transmisi keberagamaan remaja, agar tumbuh menjadi pribadi muslim yang religius sekaligus nasionalis, moderat, dan terbuka terhadap perbedaan.,