
Perpustakaan sekolah memegang peran penting dalam membentuk wawasan keagamaan siswa. Di SMA negeri dan swasta di Jawa Tengah, buku-buku keagamaan Islam bukan hanya pelengkap koleksi, melainkan menjadi rujukan utama bagi siswa, terutama saat mengerjakan tugas mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Keterbatasan alokasi jam pelajaran PAI di SMA semakin menegaskan fungsi strategis perpustakaan sebagai ruang pengayaan. Di luar kelas, siswa diharapkan mampu memperdalam pengetahuan keislaman secara mandiri melalui bacaan. Karena itu, ketersediaan, kualitas, dan keragaman buku keagamaan di perpustakaan sekolah menjadi faktor penting dalam menentukan mutu pembelajaran agama Islam.
Buku prosiding ini memuat delapan artikel hasil penelitian tentang keberadaan buku keagamaan Islam di perpustakaan SMA di Jawa Tengah, serta satu artikel tamu yang mengulas harmonisasi kurikulum antara literatur klasik dan modern di Pesantren Nurul Umah, Yogyakarta. Kesembilan artikel tersebut disusun untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi literatur keislaman di tingkat pendidikan menengah, baik dari sisi jumlah koleksi, klasifikasi bidang kajian, maupun kecenderungan tema.
Secara garis besar, kajian dalam buku ini menyoroti tiga aspek utama. Pertama, jumlah buku keagamaan Islam di masing-masing perpustakaan SMA. Kedua, klasifikasi buku untuk melihat keragaman bidang keilmuan Islam. Ketiga, kecenderungan materi buku guna memetakan arah wacana keislaman yang diakses siswa.
Pembahasan mengenai kuantitas koleksi menunjukkan sejauh mana buku-buku keagamaan menempati posisi strategis di antara koleksi perpustakaan secara keseluruhan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa masih terdapat kesenjangan yang cukup nyata antara jumlah buku keagamaan Islam dan buku umum. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya pilihan bacaan bagi siswa yang ingin mendalami kajian Islam secara lebih serius.
Selain jumlah, klasifikasi buku juga menjadi indikator penting. Dari pengumpulan data di sebelas kabupaten/kota di Jawa Tengah, ditemukan 661 judul buku bacaan keagamaan Islam yang kemudian direduksi menjadi 610 judul. Koleksi terbanyak terdapat di Kota Magelang dan Kota Surakarta, yang menunjukkan perhatian relatif lebih besar terhadap penyediaan literatur keagamaan di kedua daerah tersebut.
Sebaran judul buku ini telah mencakup sepuluh tema klasifikasi keislaman, meskipun dengan proporsi yang tidak seimbang. Beberapa tema mendominasi, sementara tema lain justru sangat minim.
Klasifikasi dengan jumlah terbanyak adalah Akhlak dan Tasawuf. Dominasi ini mengindikasikan bahwa aspek pembinaan moral dan spiritual mendapat porsi paling besar dalam literatur yang tersedia di perpustakaan SMA. Sebaliknya, klasifikasi Sekte Keagamaan Islam menempati posisi paling sedikit, yang menandakan masih rendahnya ketersediaan buku yang membahas keragaman aliran, dinamika pemikiran, dan perbedaan mazhab dalam Islam.
Secara keseluruhan, keberadaan buku keagamaan Islam di perpustakaan SMA di Jawa Tengah terbukti berperan penting dalam menunjang pembelajaran PAI dan memperkaya wawasan keislaman siswa. Namun, temuan penelitian ini juga menegaskan perlunya perhatian lebih terhadap pemerataan jumlah koleksi, keragaman klasifikasi, serta keseimbangan tema.
Melalui buku prosiding ini, diharapkan para pengelola perpustakaan, guru, dan pemangku kebijakan pendidikan dapat menjadikannya sebagai rujukan dalam mengembangkan koleksi buku keagamaan Islam yang lebih komprehensif, proporsional, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era modern.