
Cuaca mendung menggantung di langit Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Kamis (23/10/2025). Namun, awan kelabu tak menyurutkan semangat warga untuk datang ke lapangan desa.
Suara musik dari penampilan seni barongsai , menciptakan suasana guyub penuh harmoni, seolah menegaskan pesan utama acara ini: Rukun Bareng Bumi Seneng.
Namun, di tengah riuhnya festival, ada satu sudut yang paling mencuri perhatian. Sebuah stan pameran Balai Litbang Agama (BLA) Semarang tampak dikerumuni pengunjung. Dari kejauhan, meja di bawah tenda putih itu penuh dengan tumpukan buku yang berjajar rapi.
Begitu mendekat, aroma kertas baru seolah menyambut siapa pun yang lewat. Di depan stan, beberapa petugas BLA Semarang tersenyum ramah, melayani para pengunjung yang datang silih berganti.
“Ini buku hasil penelitian kami selama beberapa tahun terakhir,” tutur Fatma Jati Herlani, salah satu petugas Pemeran BLA Semarang, sambil menyerahkan sebuah buku berjudul Kampung Moderasi Beragama kepada seorang penyuluh agama. Tak ada transaksi uang di sana, semua buku dibagikan secara cuma-cuma.
Antusiasme warga begitu terasa, masyarakat, penyuluh agama, hingga tokoh masyarakat bergantian membaca sinopsis buku di meja pameran. Ada yang memilih buku tentang Islam Jawa, ada pula yang tertarik pada tema kerukunan antarumat beragama dan moderasi beragama.
“Senang sekali bisa dapat buku penelitian dari BLA Semarang. Jarang-jarang ada kesempatan seperti ini,” ujar Ali Rindo, warga asal Jepara, sambil menenteng buku tebal di tangannya.
Menjelang sore, suasana di stan semakin ramai. Panitia bahkan harus menambah tumpukan buku karena stok yang disiapkan sejak siang mulai menipis. Setiap buku yang berpindah tangan membawa semangat baru, semangat berbagi ilmu dan menebar nilai moderasi di tengah masyarakat.
Bagi BLA Semarang, keikutsertaan mereka dalam festival ini bukan sekadar pameran, melainkan bagian dari misi diseminasi pengetahuan.
“Kami ingin hasil penelitian tidak hanya berhenti di rak kantor atau perpustakaan, tetapi sampai ke masyarakat. Buku adalah jembatan antara dunia akademik dan kehidupan sehari-hari,” kata Moch. Muhaemin Kepala BLA Semarang.
Sore itu, langit akhirnya menumpahkan gerimis ringan. Namun tak ada yang beranjak. Di bawah tenda sederhana itu, warga masih sibuk memilih buku, berbincang, dan tersenyum. Di tengah hujan kecil, pengetahuan justru mengalir deras, membasahi tanah Plajan dengan harapan akan tumbuhnya masyarakat yang lebih rukun, moderat, dan berilmu.
Kegiatan ini diselenggakan oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Jateng, Kemenag Jepara, Kesbangpol Jepara, FKUB Jepara, dan Pemerintah Desa Plajan.