

Momentum peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) tahun ini menjadi semakin bermakna bagi Balai Litbang Agama (BLA) Semarang. Di tengah suasana syukur dan refleksi atas delapan dekade pengabdian Kementerian Agama kepada bangsa, Perpustakaan BLA Semarang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat Akreditasi A dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor B.8793/4.1/AKR.01.00/IX/2025 tentang Hasil Akreditasi Perpustakaan Tahun 2025. Berdasarkan hasil Rapat Pleno Akreditasi Perpustakaan yang digelar pada 23 Oktober 2025, Perpusnas RI secara resmi menetapkan Perpustakaan BLA Semarang sebagai perpustakaan terakreditasi A, yang ditandai dengan diterbitkannya Sertifikat Akreditasi Nomor AKR.01.00/3232/2025 tertanggal 23 Oktober 2025.
Capaian ini menjadi kado istimewa pada peringatan HAB ke-80, sekaligus bentuk pengakuan nasional atas komitmen BLA Semarang dalam meningkatkan kualitas layanan informasi, literasi, serta pengelolaan pengetahuan di lingkungan Kementerian Agama.
Kepala BLA Semarang Moch. Muhaemin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya raihan Akreditasi A sebagai bukti kerja kolektif seluruh tim pengelola perpustakaan yang secara konsisten melakukan pembenahan di berbagai aspek, mulai dari kelembagaan, penguatan koleksi, peningkatan mutu layanan, pengembangan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
“Akreditasi A ini kami dedikasikan sebagai hadiah terbaik di Hari Amal Bhakti ke-80. Ini bukanlah akhir, melainkan pemacu semangat untuk terus menghadirkan layanan perpustakaan yang profesional, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya, Sabtu (03/01/2026).
Ke depan, Muhaemin berkomitmen menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi keagamaan yang tidak hanya mendukung aktivitas penelitian dan pengembangan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun regional.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha BLA Semarang, Nanang Slamet Murdiyat,mengatakan predikat Akreditasi A merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang secara konsisten membenahi sistem layanan, memperkuat koleksi, serta mengembangkan inovasi berbasis digital.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Kolaborasi internal menjadi kunci dalam membangun sistem layanan perpustakaan yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan pengguna,” tuturnya.
Nanang menegaskan bahwa raihan prestasi ini bukanlah titik akhir, melainkan pijakan awal untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu layanan.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas layanan, memperkaya koleksi, serta meningkatkan kompetensi pustakawan agar perpustakaan tidak hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi benar-benar menjadi pusat rujukan keilmuan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Fatma Jati Herlani, Pengelola Perpustakaan BLA Semarang. Ia menilai Akreditasi A bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi menjadi motivasi besar untuk terus berinovasi dalam mengelola dan mengembangkan layanan perpustakaan.
“Akreditasi ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh tim untuk tidak berhenti berbenah. Kami menjadikannya sebagai energi baru untuk menghadirkan layanan yang semakin berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan pemustaka,” tandasnya.