
Peneliti kerap terjebak sekadar mengulang hasil (results), padahal yang lebih esensial adalah membandingkan temuan penelitian dengan teori maupun studi terdahulu. Cara ini diyakini mampu menunjukkan posisi riset terbaru dalam peta kajian ilmiah.
“Artikel ilmiah perlu menguraikan kontribusi baru yang ditawarkan, baik dari sisi teoretis, praktis, maupun kebijakan,” kata Sukendar, dosen Fakultas Humaniora (Fuhum) UIN Walisongo Semarang, Rabu (17/9/2025).
Menurutnya, bagian penutup dalam artikel jurnal berfungsi untuk menjawab tujuan penelitian, menegaskan poin-poin temuan utama, serta menyampaikan implikasi singkat. “Peneliti juga dianjurkan memberi rekomendasi penelitian lanjutan, tetapi tanpa menghadirkan data baru,” tuturnya.
Sukendar menambahkan, penulisan artikel ilmiah harus memperhatikan penggunaan bahasa akademik yang jelas, ringkas, dan sesuai dengan struktur penyajian. Selain itu, orisinalitas karya wajib dijaga dengan tingkat plagiarisme di bawah 20 persen.
“Jangan lupa, konsistensi sitasi baik di dalam teks maupun daftar pustaka harus diperiksa secara ketat sebelum naskah diajukan,” imbuhnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Balai Litbang Agama Semarang, Moch. Khusnul Muna mengatakan pengelolaan Jurnal Analisa di masa depan, termasuk opsi penggunaan provider pihak ketiga dalam manajemen naskah dan administrasi.
“Dengan adanya pihak ketiga, pengelolaan administrasi dan keuangan akan lebih aman. Selain itu, publikasi artikel juga dapat ikut menopang biaya pengelolaan jurnal baik per semester maupun tahunan,” tambahnya.
Lebih lanjut Muna, menekankan bahwa alokasi anggaran untuk jurnal akan dibicarakan lebih lanjut bersama pihak terkait.
“Mudah-mudahan, apa yang sudah berjalan baik, bisa kita tingkatkan lagi agar masa depan Jurnal Analisa semakin baik,” pungkasnya.
Kegiatan penyusunan naskah Jurnal Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025 dilaksanakan di ruang rapat Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum) UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri atas perwakilan Balai Litbang Agama Semarang, Pusat Riset Agama dan Kepercayaan BRIN, serta Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang.